Arah Pengembangan Perpustakaan Bagi Generasi Milenial
Saat ini perpustakaan bukanlah merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi terutama untuk anak-anak muda. Hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat literasi dan juga perpustakaan bukanlah tempat yang menarik untuk menghabiskan waktu. Akan tetapi perpustakaan masih dapat mencari peluang untuk mendapatkan minat dari kawula muda.
Perkembangan teknologi yang pesat merubah seluruh cara hidup dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia. Adanya internet membuat perpustakaan bukan lagi tempat pertama untuk mencari informasi. Mereka hanya perlu membuka gawai mereka dan mencari informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan.
Sebagai generasi milenial yang lahir ketika teknologi sedang berkembang secara pesat, tentu tidak asing dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari-hari. Mereka generasi milenial kebanyakan lebih memilih untuk mengirim email daripada mengirim surat, lebih memilih mengikuti komunitas di media sosial alih-alih dikehidupan nyata. Hal tersebut tentu sudah berubah jika dilihat pada tahun 2000-an kebawah.
Menyikapi perubahan tersebut diperlukan oleh perpustakaan agar bisa terus survive pada zaman yang menggunakan teknologi sebagai kebutuhan sehari-hari. Perubahan perilaku yang terjadi mungkin awalnya merugikan perpustakaan, akan tetapi sebenarnya perpustakaan masih bisa bertahan jika mengikuti perkembangan teknologi.
Salah satu solusinya adalah dengan mengikuti moderinisasi, seperti membuat perpustakaan menjadi digital atau virtual. Karena faktanya hampir seluruh koleksi tercetak yang ada saat ini kebanyakan memang sudah born digital, hal ini seharusnya sangat menguntungkan bila kita ingin membuat perpustakaan digital. Keuntungan dari membuat perpustakaan digital lainnya yaitu, dikarenakan generasi milenial sangat ketergantungan untuk membawa gawai kemana saja dan seringkali menghabiskan waktu hanya didepan layar. Mereka biasa mencari solusi dari sebuah masalah dengan mencarinya di Google alih-alih datang ke perpustakaan dan bertanya ke pustakawan. Sudah pasti mereka akan lebih menyukai perpustakaan digital daripada datang ke perpustakaan langsung.
Solusi lainnya adalah dengan membuat perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk anak muda. Perpustakaan harus diubah untuk lebih modern, perpustakaan harus bisa menjadi tempat yang asik bagi generasi milenial untuk bercengkrama satu sama lain. Perpustakaan harus menghilangkan stigma sebagai tempat yang membosankan, tempat dimana hanya mereka yang kutu buku yang datang kesana. Sosialisasi melalui media sosial harus dilakukan untuk menarik minat mereka. Adakan pelayanan yang lebih modern dan dan berbasis teknologi, karena anak muda menyukai hal-hal yang berbau berteknologi.
Pada dasarnya semua orang memerlukan informasi, tinggal bagaimana kita sebagai para penyaji informasi menyajikan informasinya agar tetap menarik dan diminati. Sudah saatnya untuk berubah mengikuti perkembangan zaman.
Comments
Post a Comment